Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyinggung akan mengerjakan kajian untuk mengerjakan pelarangan memainkan game PlayerUnknown’s Battlegrounds atau biasa dinamakan PUBG di Indonesia. Meskipun, sampai ketika ini, belum terdapat permintaan yang mendesak dari masyarakat.

 

Hal ini menurut adanya indikasi aksi serangan terorisme di Selandia Baru. Dalam peristiwa yang terjadi pada dua Masjid di Christchurch tersebut, sudah menewaskan selama 50 orang.

 

Beberapa media sempat mengabarkan bahwa pelaku teror itu terinspirasi dari game PUBG. Tetapi, kesudahannya informasi itu direvisi. Kendati begitu, pelaku tetap merujuk aksinya tersebut diinspirasi dari di antara game yang menyajikan konten serupa.

 

“Sekali pun sekitar ini belum terdapat permintaan dari masyarakat guna fatwa, akan namun kami dari Komisi Hukum bakal mendorong supaya Komisi Fatwa mengerjakan kajian guna ini (pelarangan game PUBG di Indonesia),” kata Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah, untuk Okezone, Jakarta, Rabu (20/3/2018).

 

Ikhsan menjelaskan, pelarangan game PUBG nantinya yang bakal menjadi kajian mula lantaran kontennya berisikan kekerasan. Sebab itu, MUI akan mengerjakan kajian terhadap pelarangan pada game bergenre battle royale itu.

 

“PUBG ini Permainan dalam format game yang dapat dimainkan dengan gadget dan perlengkapan komputer yang kontennya memuat kekerasan,” tutur Ikhsan.

 

Game yang ketika ini digandrungi oleh masyarakat Indonesia itu, kata Ikhsan, dapat menberikan akibat negatif terhadap perilaku pemainnya. Beberapa diantaranya ialah antisosial dan menjadi kasar.

 

“Pemainnya ingin keasyikan dan dapat memprovokasi perilaku seseorang. Maka telah seharusnya dilarang. Karena tidak sehat dan memprovokasi perilaku orang menjadi kasar,” kata Ikhsan.